Indra

Indra

Indra

 

Nama               : Indra

Nama lain       : Batara Sakra, Sahyang Surapati

Orangtua         : Batara Guru dan Dewi Umayi

Istri                  : Dewi Wiyati

Kedudukan     : Dewa di Tinjomaya atau Kaindran

Kendaraan       : Gajah Erawata.

Senjata             : Bajra atau petir

Anak                : Raden Citrarata, Citragana, Citrasena, Jayantaka, Jayantara, Arjunawangsa,                                           Dewi Tara dan Dewi Tari.

Batara Indra pernah sekali menjelma di Arcapada dan menjadi raja di negara di negara Medanggana bergelar Prabu Maharaja Sakra. Ia sering di utus ke marcapada untuk memberikan pahala kepada manusia di bumi yang mendapat anugerah dewa, misalnya saat memberi hadiah sebuah cincin Dwindra kepada Arya Bratasena.

Dalam cerita Begawan Ciptaning, ia merubah diri menjadi orang tua bungkuk yang memakai tongkat, bernama Resi Pandiya. Resi Pandiya berpura-pura berteduh di pintu goa, di mana Begawan Ciptaning/Ciptahening (begawan ini sebenarnya Arjuna sedang bertapa, ia berpura-pura masuk dan bertanya apa keinginan sang begawan itu. Kemudian sang begawan menjawab bahwa ia ingin menyingkirkan angkara murka di muka bumi agar bumi tentram dan damai.

Kemudian Batara Indra kembali ke kahyangan melaporkan hal tersebut kepada Batara Guru. Kemudian Batara Guru senang dan menghadiahi Panah Pasopati pada Begawan Ciptaning yang diceritakan di goa tadi. Begawan Ciptaning diminta menyingkirkan Prabu Niwatakawaca yang ingin memperistri Dewi Supraba. Prabu tersebut pun dikalahkan oleh Begawan Ciptaning lalu Kahyangan kembali tentram.

Sebenarnya Begawan Ciptaning/Raden Janaka itu adalah titisan Batara Indra melalui rahim Kunti. Dengan ajiannya Adityaherdaya, Dewi Kunti memohon diberi putra yang tampan, lalu permintaannya dikabulkan Batara Indra lahirlah Raden Janaka yang tampan alias Arjuna.

%d bloggers like this: