Silet

Bu Sembukan adalah seorang pengemis yang selalu melakukan kegiatan rutinnya di pinggir jalan raya. Ia mempunyai dua anak yang kebetulan dua-duanya adalah anak laki-laki. Anak yang paling kecil bernama Terpedo berumur 5 tahun. Anak pertama bernama Doltrap kira-kira umur 12 tahun. Sudah berhari-hari Bu Sembukan mengeluh karena hasilnya selalu sedikit dan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Akhirnya mucul ide, Terpedo anak yang paling kecil diminta untuk mengemis tetapi tidak menggunakan celana. Ternyata strateginya sangat jitu, seorang bapak membuka kaca mobilnya dan memberi uang Rp 50.000,00. Pada hari kedua, Si Doltrap disuruh melakukan hal yang sama yaitu mengemis tanpa mengenakan celana. Bapak yang memberikan uang kemarin kembali memberikan uang. Ternyata ia memberi uang Rp 500.000,00. Bu Sembukan berpikir anaknya yang kecil mendapat Rp 50.000,00 dan yang besar mendapat Rp 500.000,00. Andai dia yang melakukan pasti Si Bapak yang baik hati akan memberikan uang yang lebih besar, paling tidak Rp 5.000.000,00 karena dia lebih tua. Maka pada hari ketiga Bu Sembukan melakukan aksinya. Ternyata dugaannya tidak meleset, Si Bapak kembali memberikan uang. Bu Sembukan kaget karena uang yang diberikan hanya Rp 5.000,00.
Bu Sembukan : “Bapak kok hanya memberikan uang Rp 5.000,00 sedangkan anak saya Bapak beri Rp 50.000,00 dan Rp 500.000,00,”
Si Bapak : “Maaf Bu, Uang Rp 5.000,00 sudah cukup untuk membeli silet cukur rambut kan. Saya ngeri melihatnya.”
Bu Sembukan : ” Haaaaaa……………”

Silet

Silet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: