Semangka

Pak Srampatsendal sedang mencari buah untuk anak kesayangannya. Di pertigaan jalan ada seorang penjual semangka.
Penjual :”Semangka Pak. Manis dan merah.”
Srampatsendal : “Bener Bang! merah”
Penjual : “Bener Pak. Kalau tidak merah boleh balikin.”
Akhirnya Pak Srampatsendal mengambil dua butir semangka.Ia bawa pulang untuk diberikan anaknya. Sampai di tikungan motornya terserempet mobil dan ia jatuh bersama semangkanya. Ia melihat ke arah semangka yang pecah. Betapa terkejutnya, ternyata semangkanya berwarna putih bukan merah.Ia merasa ditipu oleh penjual semangka. Maka ia balik ke penjual semangka.
Srampatsendal : “Abang nipu ya? Itu semangkanya tidak merah tapi putih.”
Penjual : “Sabar Pak. ceritanya bagaimana?”
Srampatsendal : “Sewaktu saya pulang semangka jatuh dan pecah. Di situ baru kelihatan bahwa semangka berwarna putih”
Penjual : “Terang aja. Orang aja jatuh menjadi pucat. Itu semangka tadinya merah karena jatuh jadi pucat. Karena pucat warnanya putih.”
Srampatsendal : “OOOoooooo……. Modus Nipu. Masak semangka bisa pucat.”
Semangka Pucat

Semangka Pucat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: