Guling

Seorang pemuda bernama Suto berpacaran dengan kekasih idamannya yang bernama Cenil. Suatu hari Suto dan Cenil pergi ke luar kota untuk mengahiskan libur akhir pekan. Tiba-tiba hujan mengguyur dengan derasnya. Sepasang kekasih tersebut berteduh di emperan rumah penduduk. Hari semakin gelap sedangkan hujan juga tak kunjung reda. Atas kebaikan yang empunya rumah, Suto dan Cenil dipersilahkan untuk menginap.Tetapi hanya ada satu kamar, demi menjaga etika maka Cenil disuruh tidur di tempat tidur sedangkan Suto rela tidur di bawah beralaskan tikar.
Cenil : “Mas, saya nggak tega Mas suto tidur di bawah, tidur di sini saja.”
Suto : “Tidak, itu tidak baik”
Cenil : “Pokoknya, mas harus tidur disini.”
Akhirnya Suto mengalah, mereka tidur dalam satu tempat tidur dan hanya berbatasan dengan sebuah guling. Pagi-pagi mereka bangun dan melanjutkan perjalanan. Di tengah jalan, slayer cenil terbang terhembus angin dan masuk ke pagar rumah orang yang dijaga 9 anjing. Demi cintanya kepada Cenil, segera Suto memanjat pagar yang tinggi dan berusaha bertahan dengan gonggongan 9 anjing untuk mengambil slayer Cenil.
Suto : “Dhik ini slayernya, aku sudah ambil. Terimalah!”
Cenil : “Aku nggak mau!”
Suto : “Apa salahku?”
Cenil : “Pagar yang sangat tinggi mas bisa lewati, tetapi mengapa semalam hanya guling saja, Mas Suto tidak bisa melewati.”

(Wkwkwkwkwk….. ngarep juga Si Cenil).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: