Celana

Ibu Senuk Kenul adalah ibu muda istri seorang pengusaha mebel. Ia baru saja mendapatkan seorang pembantu yang sangat baik, rajin, sopan, jujur, berkulit bersih, perperawakan sedang, dan berwajah cantik. Sebut saja Wenteran nama pembantu baru tersebut. Sebelum bekerja sang nyonya rumah memberi nasehat kepada pembantu barunya.
Senuk Kenul : “Wenteran, Kamu tidak boleh melawan sama bapak, saya, dan anakku. Apapun keadaannya.”
Wenteran :”Baik Nyonya.”
Selama tiga bulan ternyata Bu Senuk Kenul tidak kecewa karena pekerjaan Wenteran sangat memuaskan. Di acara arisan, Bu Senuk Kenul selalu memuji pembantunya yang sangat luar biasa. Sampai pada suatu hari ketika Bu Senuk Kenul pulang dari arisan, ia kaget dan terperangah karena celana pendek kesukaannya dipakai oleh Wenteran. Ia mulai curiga akan ulah pembantunya yang ia kenal baik itu.
Senuk Kenul :”Wenteran, Kenapa kamu pakai celana saya. Kamu lancang ya. Kamu mau mencuri ya. Celana itu kan saya simpan di lemari.”
Wenteran :”Ampun nyonya, saya tidak berniat jahat. saya tidak mencuri.”
Senuk Kenul :”Masih mau mengelak?”
Wenteran :”Tadi sewaktu ibu pergi bapak pulang. Saya disuruh bapak untuk memakai celana ini. kata bapak saya sangat sexy memakai celana ini.”
Senuk Kenul :”Kenapa kamu tidak menolak. Itu kan barang bukan milikmu.”
Wenteran :”Kan kata ibu saya tidak boleh melawan. Lagian bapak baik bu. Orang yang memakaikan celananya juga bapak.’
Senuk Kenul “Papiiiiiii……………. tak potong-potong sekalian.”
Wenteran :” Apanya bu yang dipotong-potong?”
Senuk Kenul : Hus…. diam. Mau tahu aja.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: