Bermain Golf

Si panjul adalah seorang pengusaha yang baru meraih sukses. Ia berasal dari desa dan sikapnya sangat lugu, tiba-tiba ia menjadi seorang pengusaha yang sukses. Tentu saja gaya “desonya” juga tidak ketinggalan, meskipun ia berpakaian elegan layaknya seorang pengusaha. Seperti para pengusaha yang lain, ia ingin bermain golf. Pada hari Minggu ia bermain golf ditemani seorang caddy bernama Rudi. Pada pukulan pertama pukulan Panjul masih berjarak 5 meter dari lubang golf (hole). Karena kurang 5 meter ia berteriak , “BUSEEET, MLESEEEET.” Mendengar teriakan Panjul, sebagai pendamping Rudi mengingatkan, ” Jangan teriak-teriak, Pak! Malu dilihat orang-orang.” Jawab Panjul, ” Ya, Rudi. Saya tidak akan teriak lagi.” Pada pukulan kedua ternyata hanya kurang 5 cm bola hampir masuk ke lubang. Panjul kembali berteriak, “BUSEEET, MLESEEEET.” Rudi pun kembali mengingatkan. Panjul menjawab peringatan Rudi dengan bersumpah, “Saya tidak akan berteriak lagi. Kalau saya sampai berteriak lagi, maka saya rela disambar petir.”
Pada pukulan ketiga ternyata hanya kurang 5 mm bola hampir masuk ke lubang. Tanpa teringat oleh sumpahnya sendiri, Si Panjul kembali berteriak, “BUSEEET, MLESEEEET.” Maka tak heran petir langsung menyambar dan Rudi langsung meninggal dunia karena sambaran petir. Panjul terbengong-bengong dan terheran-heran. Panjul berguman, “Mengapa yang bersumpah saya yang disambar petir Si Rudi?” Ketika Panjul masih melongo heran, tiba-tiba dari langit terdengar suara menggelegar, “BUSEEET, MLESEEEET……”.
Panjul : ” Haaaaaaaa……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: