Pasar Kebonagung

PASAR KEBONAGUNG

Pasar Kebonagung

Pintu Gerbang Pasar Kebonagung

Penjual dan pembeli yang saling tawar-menawar barang dagangannya adalah pemandangan yang setiap hari dijumpai di sebuah pasar tradisional di kawasan Desa Sendangagung. Masyarakat setempat memberi nama Pasar Kebonagung. Mungkin karena letaknya di daerah Kebonagung sehingga nama tersebut dipergunakan sebagai nama pasar. Kebetulan letak pasar berada di tengah Desa Sendangagung sehingga cukup mudah masyarakat untuk menjangkaunya.

Sejarah Pasar Kebonagung

Atas prakarsa pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1922  dibangunlah pasar yang diperuntukkan bagi kegiatan jual beli rakyat. Pasar tersebut berada di daerah Kebonagung yang masih masuk dalam wilayah Dusun Kliran. Pertama pasar dibangun  hanya dua los (lapak) yang  konstruksi bangunannya menggunakan besi. Seiring dengan perjalanan waktu pasar semakin ramai dan setelah kemerdekaan Republik Indonesia pasar dibangun dan dikembangkan oleh Dinas Pasar Kabupaten Sleman. Sekitar tahun 1985, Pasar Kebonagung tidak lagi masuk ke dalam wilayah Dusun Kliran tetapi masuk dalam wilayah Dusun Pojok.

Menurut penuturan dari salah seorang warga desa, sekitar tahun 1949 ketika terjadi perang kemerdekaan kegiatan jual beli tidak dilakukan di Pasar Kebonagung . Kegiatan jual beli dilakukan di sebuah pertigaan jalan yang terletak di Dusun Kliran, Sendangagung. Kegiatan jual beli persis berada di depan rumah seorang  warga yang bernama Mbah Sanawi.  Hal ini dilakukan karena warga merasa kawatir terhadap kondisi keamanan jika kegiatan jual beli dilakukan di pasar. Jika kegiatan jual beli dilakukan di tengah pedusunan maka rakyat akan merasa aman. Baru setelah kondisi aman dari aman, maka kegiatan jual beli kembali ke Pasar Kebonagung.

Letak dan Kondisi Fisik Pasar

Keadaan Pasar Kebonagung Sebelum Dipugar

Keadaan Pasar Kebonagung Sebelum Dipugar

Pasar Kebonagung terletak  di Jalan Jembatan Kebonagung, Desa Sendangagung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman. Sejak dibangunnya jembatan Kebonagung maka keadaan pasar semakin ramai dan banyak pembeli yang berasal dari luar daerah.

Pasar Kebonagung menempati lahan sekitar 1.972 meter persegi. Pada awalnya oleh Dinas Pasar Kabupaten Sleman pasar ini dikategorikan sebagai pasar kecil. Di bagian depan pasar banyak bangunan yang tidak terkontrol bentuk dan kebersihannya. Tidak seperti pasar yang lain, di depan pasar tidak ditemukan pintu gerbang dan tidak terdapat papan nama pasar. Melihat keadaan bangunan pasar, ada kesan semrawut dan tidak teratur.

Pada akhir tahun 2013 Pasar Kebonagung dipugar total oleh Dinas Pasar Kabupaten Sleman. Keadaanya menjadi sangat rapi dengan papan nama pasar yang sangat elegan. Keadaan pasar menjadi rapi dengan dilengkapi jalan di sekeliling pasar dan tempat MCK yang sangat memadai. Los-los pasar tampak tertata rapi membuat pasar menjadi rapi dan pemerintah menjadikan Pasar Kebonagung menjadi kategori pasar menengah dan menjadi percontohan pasar yang baik. Namun sayang bagunan di depan pasar masih saja berdiri dan tidak teratur . Bangunan-bangunan yang tidak teratur ini terkesan mengurangi kerapain Pasar Kebonagung.

Keadaan Pasar Setelah Dipugar

Keadaan Pasar Setelah Dipugar

Bangunan-bangunan semipermanen yang didirikan pedagang terkesan mengurangi kerapian Pasar Kebonagung.

Bangunan-bangunan semipermanen yang didirikan pedagang terkesan mengurangi kerapian Pasar Kebonagung.

Kekhasan Pasar Kebonagung

Pasar Kebonagung menyediakan berbagai barang keperluan dari sayur mayur, buah, beras, dan lain sebagainya. Ada beberapa barang dagangan dan makanan yang menjadi kekhasan Pasar Kebonagung.Yang menjadi kekhasan pertama adalah mendong. Di pasar Kebonagung tersedia bahan baku pembuatan tikar yaitu mendong. Mendong dipasok dari Dusun Minggir dan Dusun Plembon.

Tikar adalah barang dagangan yang khas juga di Pasar Kebonagung dan tidak ditemukan di pasar lain. Pengrajin tikar tersebar di wilayah Desa Sendangagung karena bahan baku juga dibudidayakan di daerah ini.  Para pengrajin menjual tikarnya di pasar dan hasil pembelian tikar dari Pasar Kebonagung akan didistribusikan ke daerah lain bahkan sampai daerah Cilacap, Jawa Tengah.

Parut adalah salah satu barang yang dapat ditemukan di pasar ini. Pada umumnya para pengrajin parut yang berasal dari Dusun Pojok akan menjual parutnya ke pasar dan para pengumpul parut sudah menunggu di pasar.

Bakmi kuning dan cap jaek adalah makanan yang menjadi kekhasan di daerah ini. Para pendatang yang sedang bertamu atau yang mengunjungi saudaranya di daerah Sendangagung jika dibelikan jajanan bakmi dan cap jaek akan ketagihan akan makanan ini.

Yang tidak kalah enaknya adalah iwak banyu hasil masakan para ibu-ibu dari Dusun Kliran. Makanan ini merupakan hasil olahan dari ikan tawar dari Sungai Progo. Iwak banyu atau  ikan air tawar ini hanya dapat ditemui di Pasar Kebonagung dan Pasar Balangan.  Rasa manis yang mejadi rasa kas iakan semakin memanjakan lidah para pecinta kuliner.

Hari Pasaran

Hari pasaran yang menjadi hari yang banyak pengunjung di pasar ini adalah pasaran Pon dan Kliwon. Pada awalnya pasaran Pon dan Kliwon merupakan hari penjualan tikar karena pembelian tikar hanya dilakukan pada hari pasaran Pon dan Kliwon. Hari Minggu Kliwon merupakan hari yang paling ramai di pasar karena hari tersebut merupakan hari libur dan  pasaran. Hari selain pasaran Pon dan Kliwon tetap ada kegiatan jual beli dan pedagang tetap penuh meskipun tidak seramai pada pasaran Pon dan Kliwon.

2 Comments (+add yours?)

  1. haris
    Sep 13, 2013 @ 06:25:55

    sekedar info mas.. saat ini pasar tersebut sedang direhab dan dipersiapkan sebagai pasar tradisional percontohan klas sedang….mtr nwn

    Reply

  2. Antonius Dimas Londo
    Oct 05, 2013 @ 19:20:03

    kelingan tuku mi kuning campur sambel tomat

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: