Makna Sumur bagi Orang Jawa

MAKNA SUMUR BAGI ORANG JAWA

 

Di dalam menjalani kehidupan keseharian air merupakan kebutuhan yang sangat pokok. Dalam masyarakat tradisional air didapat dari pancuran, belik, sendang, mata air,  sungai, dan sumur. Dari sumber air tersebut , sumur didapat dari  usaha manusia karena harus menggali tanah yang menyimpan kandungan air. Sedang sumber air yang lain berasal dari alam yang secara alamiah sudah tersedia bagi manusia.

Sumur adalah sebuah lubang berbentuk lingkaran yang dimanfaatkan untuk mengambil air dari dalam tanah. Dengan cara membuat lubang tersebut manusia dapat mengambil air yang berada di dalam tanah. Lubang sumur biasanya berdiameter antara 1 meter samapai 1,5 meter dengan kedalaman sangat tergantung pada air yang ada di dalam tanah.

Sumur biasanya dibuat tidak jauh dari rumah untuk memudahkan pengambilan air untuk keperluan hidup sehari-hari. Air yang merupakan kebutuhan pokok ini yang membuat sumur menjadi sangat bermakna bagi orang Jawa. Karena peran sumur yang sangat penting , sumur merupakan lambang sumber kehidupan. Begitu penting sumur bagi orang Jawa maka sumur dianggap sebagai tempat yang istimewa meskipun kadang kebersihannya tidak diperhatikan.

Sumur  yang puluhan tahun dibiarkan dan sang pemilik tidak berani menutupnya

Sumur yang puluhan tahun dibiarkan dan sang pemilik tidak berani menutupnya

Mitos tentang  Sumur

Menurut cerita Murwakala sumur ditunggui oleh makhluk halus yang disebut Kala Lumut. Tahkala Ki Sapujagat membersihkan semua pengikut Bathara Kala, tinggal dua maklhuk yang masih ada yaitu Kala Lumur yang tinggal di dapur  dan Kala Lumut makhluk tanpa tulang hanya  berupa daging dibungkus kulit yang tinggal di sumur. Ki Sapujagat berpesan kepada manusia agar tidak bencanda di sumur supaya tidak diganggu oleh Kala Lumut. Pada waktu orang Jawa mempunyai hajat besar seperti pernikahan maka sumur selalu diberi sajian untuk memberi penghormatan dan makanan kepada Kala Lumut.

Bagi orang Jawa pantang untuk menutup sumur. Hal ini dikarenakan sumur merupakan sumber kehidupan bagi manusia. Menurut kepercayaan orang Jawa, jika orang menutup sumur maka rejekinya akan tertutup juga. Di desa-desa banyak dijumpai sumur yang tidak dipakai dan pemiliknya tidak berani untuk menutup. Sumur akan dibiarkkan dan akan tertutup sendiri seiring dengan proses alamiah. Hal ini tidak berlaku bagi untuk sumur bor yang menggunakan pralon, pemiliknya berani untuk menutup sumur yang sudah tidak terpakai. Di sebagian masyarakat percaya jika berani menutup sumur akan mendatangkan musibah seperti terkena penyakit tertentu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: