Nyanyi

NYANYI

Suatu hari, Bu Menik mengikuti arisan ibu-ibu RT bersama putri tercintanya Krosak. Tiba-tiba, Krosak meminta ijin pada Bu Menik untuk pipis karena sudah kebelet. Tentu saja Bu Menik merasa tidak nyaman dengan ibu-ibu sesama anggota arisan. Ibu menik menasihati Krosak jika ingin minta ijin pipis.
Bu Menik : “Krosak, Jika kamu ingin ijin pipis maka kamu harus bilang ‘Bu aku ingin nyanyi.'”
Krosak : “Baik Bu, besok kalau aku mau pipis aku mau bilang mau nyanyi”.
Pada waktu liburan Krosak pergi berlibur ke rumah neneknya. Lewat tengah malam Krosak ingin pipis. Ia ingat akan nasihat ibunya, maka ia minta ijin ke neneknya.
Krosak : “Nek, aku ingin nyanyi.”
Nenek : “Malam-malam kok nyanyi, nanti mengganggu tetangga”
Krosak : “Nek, aku sudah nggak tahan ingin nyanyi”
Nenek : “Ya sudah, kalau ingin nyanyi tempel ke telinga nenek.”
Krosak : “Betul Nek”
Nenek : ” Betul…. tempel aja, nggak usah ragu-ragu”
Krosak : “Currrr…………………….. basah deh”
Nenek : “???????? ……..”

Bening

BENING
Silir seorang pemudi yang bersahabat karib dengan Siwi dan Sini. Kebetulan ketiga-tiganya sudah memiliki gandengan atau pacar. Setiap kali bertemu, Siwi dan Sini selalu menceritakan tentang pujian sang pacar. Silir merasa iri karena sudah 5 tahun berpacaran dengan Banu belum sekalipun terucap pujian dari mulut Banu. Suatu hari Silir berbincang dengan Banu di taman.
Banu : “Yang, kalau kamu ulang tahun ingin hadiah apa?
Silir : ” Permintaanku sangat sederhana.”
Banu : “Apa itu?”
Silir : “Di hari ulang tahunku, Aku ingin mendengar pujian darimu.”
Banu : ” Sangat mudah, aku akan penuhi permintaanmu.”
Pada hari ulang tahun Silir, pasangan tersebut merayakan ulang tahun di restoran favorit mereka. Segera  Silir merengek  untuk menagih janji dari Banu untuk mendapatkan pujian.
Silir : “Sayang, mana janjimu?”
Banu : “Sayang, selamat ulang tahun. Wajahmu sungguh sangat bening sekali”
Silir : “Terima kasih, sayangku. Ini adalah hadiah ulang tahun terindah selama aku berpacaran denganmu. Sayang………. ngomong-ngomong wajahku sebening….. Apa, ya?”
Banu : “Sebening…. Kobokan pecel lele”
Silir : “Kurang ajar……… Plok!… Plok!. Plok”

Rujak

RUJAK

Selfi adalah seorang bunga sekolah yang menjadi pujaan setiap siswa laki-laki. Ternyata Selfi menjatuhkan pilihan kepada Tedy seorang siswa yang suka humoris untuk menjadi kekasihnya. Suatu hari, mereka berdua berpacaran di tepi pantai. Seperti halnya pasangan yang dimabuk cinta, Tedy memuja dan merayu Selfi dengan kata-kata yang penuh buaian,
Tedy : “Selfi wajahmu cantik sekali.”
Selfi : “Oh, ya..”
Tedy : “Bibirmu seperti buah delima yang merekah.”
Selfi : “Senengnya hatiku …..”
Tedy : “Hidungmu seperti timun yang masih muda.”
Selfi : “Ah! Masak..”
Tedy : “Dahimu bersih, seperti putihnya bangkoang.”
Selfi : “Jadi malu….. Aku”
Tedy : “Pipimu merona merah, semerah ubi merah.”
Selfi : “Sempurna sekali wajahku.”
Tedy : “Jadi wajahmu ibarat rujak bebeg, campuran delima, timun, bengkoang, dan ubi merah.”
Selfi : “Kurang ajar … Plok!…….Plok!……….. Plok!……………. “

Astronot

ASTRONOT

Bingkil sedang asyik mengikuti pelajaran IPA yang diajarkan oleh Bu Plinthis. Hari itu yang sedang dibahas tentang pelajaran tata surya. Tiba-tiba Bingkil bertanya kepada Bu Plinthis.

Bingkil : “Bu, siapa nama tiga astronot yang pergi ke bulan?”
Bu Plinthis : “Namanya Neil Amstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins.” 
Bingkil : “Kalau Neil Amstrong orang Amerika, kalau Buzz Aldrin, dan Michael Collins orang mana, Bu?
Bu Plinthis : “Ya, orang Amerika “
Bingkil : “Salah”
Bu Plinthis : “Lalu, orang mana?”.
Bingkil : “Orang Padang, Bu”
Bu Plinthis : “Kamu ngawur, ngelindur ya?”
Bingkil : “Coba ibu baca bacaan di buku ini : Neil Amstrong pergi ke bulan bersama dua awak pesawat. Nah Bu, awak itu orang mana?”
Bu Plinthis : “Orang Padang”
Bingkil : “Betul kan, Bu”
Bu Plinthis : “Bangga aku, mempunyai murid yang kreativ dan ra genep.

Perhitungan Memulai Membuat Rumah Menurut Primbon

PERHITUNGAN MEMULAI MEMBUAT RUMAH MENURUT PRIMBON

Sumber : www.wonosari.com

Sumber gambar : http://www.wonosari.com

Rumah merupakan istana bagi pemiliknya.  Agar rumah benar-benar merupakan istana bagi pemiliknya dan orang yang menempati rumah tersebut bisa nyaman dan hidup sejahtera maka  para leluhur banyak memberikan cara dan petuah. Menurut para leluhur orang Jawa, hari dan pasaran ketika memulai pembuatan rumah sangat berpengaruh terhadap keadaan rumah yang akan ditempati. Berikut perhitungan cara menentukan hari pertama kali memulai pembuatan rumah berdasarkan Primbon Betaljemur Adammakna.

Perhitungan neptu hari berbeda dengan perhitungan neptu hari  pada umumnya.

Neptu hari 

Minggu,   neptu   6

Senin,          ”        4

Selasa,         ”        3

Rabu,           ”        6

Kamis,         ”        5

Jumat,          ”      7

Sabtu,          ”        8

Neptu  pasaran

Kliwon,      neptu      8

Legi,               ”          5

Pahing,         ”           9

Pon,               ”          7

Wage,            ”          4

Cara Perhitungannya ;

Neptu hari dan neptu pasaran akan dimulainya membuat rumah dijumlah, hasil penjumlahannya kemudian dibagi 4, dan sisa berapa.

Jika sisa 1 disebut Guru

Jika sisa 2 disebut Ratu

Jika sisa 3 disebut Rogoh

Jika sisa 4 disebut Sempoyong

 

Catatan ;

a.  Guru artinya pemiliknya akan dihormati,  mendapatkan jalan untuk rejekinya

b.  Ratu artinya jauh dari niat jahat dan  dekat keberuntungannya.

c.  Rogoh artinya rumah sering dibobol maling.

d.  Sempoyong artinya sering menderita kesusahan dan pemiliknya sering sakit.

 

Contoh perhitungan

Pak Sarimin ingin memulai membuat rumah pada hari  Senin Pon. Perhitungannya adalah Senin Pon (4 + 7 = 11). kemudian angka  11 : 4 = 2 sisa 3. Sisa 3 jatuh pada perhitungan Rogoh  artinya Hari Senin Pon tidak baik bagi Pak Sarimin untuk memulai pembuatan rumah.

Dusun Pojok, Sendangagung

DUSUN POJOK, SENDANGAGUNG

Panorama Dusun Pojok

Panorama Dusun Pojok

Sebuah dusun yang sederhana dengan pemandangan  sawah dan pepohonan yang menghijau. Sesekali terdengar kicauan burung yang menambah suasana semakin riang.  Di jalan dusun yang sederhana nampak petani yang memanggul cangkul sambil mengayuh sepeda kesayangannya. Simbok-simbok tampak menggendong  hasil bumi dan hasil kerajinan untuk dibawa ke pasar. Itulah sekelumit suasana Dusun Pojok yang terletak di pinggiran sungai.

Dusun Pojok termasuk ke dalam wilayah Desa Sendangagung, Kecamatan Minggir,  Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis, Dusun Pojok adalah dusun yang termasuk wilayah paling barat di Kabupaten Sleman. Di sebelah barat dusun terdapat sungai Progo yang  merupakan batas antara wilayah Kabupaten  Sleman dengan wilayah Kabupaten Kulon Progo.

Melihat keberadaannya, dusun ini menjadi istimewa dibandingkan dengan dusun yang ada di sekitarnya. Dikatakan sebuah keistimewaan karena ada beberapa catatan yang patut dibanggakan oleh warga Dusun Pojok. Berikut adalah catatan tentang Dusun Pojok yang menjadikan dusun ini sangat berperan bagi masyarakat di sekitarnya.

Kerajinan Parut

Mendengar kata “parut”, bagi masyarakat yang tinggal di Kecamatan Minggir pasti akan menghubungkan dengan Dusun Pojok. Anggapan masyarakat bahwa kata “parut” sangat identik dengan nama “Pojok” tidak salah karena di dusun ini memang banyak warga yang mempunyai mata pencaharian sebagai pengrajin parut. Bahkan anak kecilpun banyak yang sudah terampil untuk membuat parut. Hasil kerajinan dijual ke pasar desa dan  parut yang terkumpul pada pedagang didistribusikan ke seluruh penjuru Yogyakarta, bahkan sampai juga ke beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Dengan demikian warga masyarakat Dusun Pojok turut berperan banyak dalam pengadaan alat yang dapat membantu pekerjaan ibu-ibu rumah tangga.

Pusat Pemerintahan

Pusat pemerintahan  Kecamatan Minggir atau Kantor Camat Minggir berada di wilayah Dusun Pojok. Mengapa pusat pemeritahan kecamatan berada di wilayah ini?  Kemungkinan jawabannya  jika ditinjau dari segi historisnya karena wilayah Pojok dulunya merupakan pusat penerintahan zaman Kolonial Belanda di wilayah barat Kabupaten Sleman. Jika ditilik dari tata letak sebenarnya letak kecamatan berada di wilayah pinggiran sedangkan  wilayah kecamatan Minggir ada yang dekat dengan jalan ke arah Jogja yang lebih strategis dan lebih dekat dengan wilayah kecamatan yang lain.

Kantor Kecamatan Minggir

Kantor Kecamatan Minggir

Pusat Kegiatan Ekonomi di  Daerah Sendangagung.

Di wilayah Dusun Pojok terdapat beberapa tempat perbelajaan yang terdiri dari pasar, warung makan, dan toko-toko. Pasar Kebonagung yang merupakan pasar desa Sendangagung terletak di Dusun Pojok. Toko-toko seperti swalayan kecil dan toko yang terdiri dari toko sembako, toko bangunan, toko pakan ternak, toko mebel, toko mainan, dan toko alat-alat kantor sebagian besar berada di Dusun Pojok. Ada beberapa warung makan yang ada di dusun ini berupa warung makan yang menyediakan makanan seperti warung bakso, warung nasi, warung mie ayam, dan warung tongseng.

Tempat Ibadat

Tidak seperti dusun lain yang hanya mempunyai satu tempat ibadat, Dusun pojok memiliki tiga tempat ibadah dari tiga agama yang berbeda. Tempat ibadat yang pertama  adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kebonagung yang merupakan tempat ibadat bagi umat Kristen Jawa. Kedua adalah Gereja Yohanes Chrisostomus yang merupakan tempat ibadah bagi  umat Katolik di wilayah Desa Sendangagung dan sekitarnya. Ketiga adalah Masjid Al Munir sebagai rumah ibadat bagi umat muslim.

GKJ Kebonagung Sumber : www.gkj.or.id

GKJ Kebonagung
Sumber : http://www.gkj.or.id

Gereja Yohanes Chrisostomus

Gereja Yohanes Chrisostomus

Tempat Pendidikan

Di Dusun pojok terdapat dua sekolah di tingkat dasar dan menengah. Tempat pendidikan itu adalah SDN Kebonagung dan SMA Budimulia yang dahulunya merupakan gedung SMP Sanjaya. Namun sayang, SMP Sanjaya sekarang tidak beroperasi lagi  dikarenakan banyak warga Sendangagung yang bersekolah di SMP Negeri. Padahal banyak sudah alumnus yang pernah mengenyam pendidikan di SMP Sanjaya.

SD Kebonagung

SD Kebonagung

SMA Budi Mulia

SMA Budimulia

Peninggalan Sejarah.

Di Dusun Pojok terdapat tiga peninggalan sejarah yang terdiri dari tiga masa yaitu masa Kolonial Belanda, zaman pendudukan Jepang, dan zaman perang kemerdekaan. Peninggalan Belanda berupa bangunan loji yang digunakan untuk kantor kecamatan, gedung sekolah SD Kebonagung, bangunan Pasar Kebonagung, dan tempat permandian yang disebut “Sendang Mudal”. Peninggalan masa pendudukan Jepang adalah sebuah Goa yang dikenal dengan sebutan “Goa kendil”. Sedangkan peninggalan  zaman perang kemerdekaan adalah Monumen Pojok dan Gedung Serba Guna. Monumen Pojok adalah tugu pengingat perang antara Laskar Rakyat yang merupakan warga Sendangagung dengan Belanda. Perang antara Laskar Rakyat dengan Belanda ini terjadi di Dusun Pojok pada tanggal 2 April 1949.

Monumen Pojok

Monumen Pojok

 Fasilitas Umum

Fasilitas umum warga Desa Sendangagung yang berada di wilayah Dusun Pojok adalah lapangan Kebonagung yang merupakan lapangan yang digunakan untuk olah raga dan kegiatan lain yang digunakan secara massal. Fasilitas yang lain adalah fasilitas komersial berupa kolam renang dan tempat pemancingan yang dikenal dengan nama Sendang Kreo,. Tempat ini  letaknya tidak jauh dari jembatan Kebonagung.

Kolam Renang

Kolam Renang

Sarung

Ibu-ibu di sebuah komplek perumahan parajurit sedang mengadakan acara arisan. Mereka berbicara ngalor ngidul tentang kehidupan keseharian mereka. Sampai-sampai mereka membicarakan suami masing-masing yang berprofesi sebagai seorang parajurit. Mereka heran kepada Bu Kepet yang suaminya selalu betah di rumah dan tidak keluyuran seperti suami-suami yang lain.
Bu Tepas : “Jeng Kepet, apa sih rahasianya. Kok, suaminya betah di rumah.”
Bu Kepet : “Nggak ada rahasianya, kok!”
Bu Tepas : “Ayolah. Tolong kasih tahu rahasianya.”
Bu Kepet : “Itu bu, setiap pulang dinas, semua celana panjangnya saya simpan sehingga dia tak bisa pergi ke manapun dengan celana pendek.”
Bu Tepas : “Oo… itu to rahasianya.”
Tiba-tiba Bu Kipas yang sudah menjanda selama tiga tahun nyeletuk : “Ooo.. pantes suami ibu selalu pakai sarung kalau datang malam-malam ke rumah saya.”
Bu Kepet : “What ……….. Tak krues-krues kamu.”
Bu Tepas : “Wkwkwkwk… sudah di sembunyiin celana panjangnya, eee,,,, perginya malem-malem pakai sarung.”

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.